Empat September dua ribu dua belas
Sore itu. Dibawah pohon dan suasananya mesra. Terdapat satu forum, yang tak sengaja di dalamnya aku dan dia dihadapkan dalam suasana perkenalan yang membahagiakan.
Tuhan, ciptaan-Mu yang Maha Indah yang ku kagumi sedang berada tepat dihadapku. Ya.. benar, lagi-lagi si putra Jogja.
Duduk bersila dengan keakraban suasana baru yang sedang ku dapati. Sedikit-sedikit ku pandangi dia. Entah ia mengetahuinya atau tidak. Aku begitu riang mendapatinya tepat pada satu garis lurus, dihadapanku. Aku mengaguminya.
Ketika ku pandangi dia, sesekali dia membalas tatapan mataku. Seketika itu, jantungku berdegup sangat cepat. Benar-benar bahagia yang tak ternyana bisa aku bertatap tanpa cuap waktu itu.
Dia..
Sederhana, tapi selalu tertatap istimewa.
Bola matanya bulat dan cokelat. Manis sekali.
Perawakannya kurus dan perkulitannya yang putih resik.
Bicaranya santun. Begitu bijaksana.
Entahlah.. bagaimana lagi aku luapkan rasa yang ada dihatiku. Yang pasti, aku mengaguminya dengan sangat.
Terimakasih, Tuhan..
Atas ciptaan-Mu yang Maha Indah dan rasa yang sedang kau tumbuhkan dalam hatiku.
Aku menyayanginya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar