Pernahkah kamu merasakan bahwa setelah menjalani sekian lama, menghabiskan sekian masa, ternyata baru sadar bahwa yang kamu lakukan itu cinta sepihak?
Pernahkah kamu mengaku tidak apa-apa ketika dia bersama orang yang lebih istimewa darimu menurutnya?
Pernahkah kamu mengaku bahwa kamu baik-baik saja ketika dia mengatakan dia tidak pernah merindumu?
Pernahkah kamu membenci dirimu yang tak terima kalau ternyata perasaannya terhadapmu biasa-biasa saja?
Pernahkah kamu menertawakan dirimu sendiri ketika kamu bersungguh-gungguh merindukannya namun dia tidak?
Pernahkah kamu gagal untuk berpura-pura bahwasanya perasaanmu terhadap dia biasa-biasa saja?
Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu kehilangan seseorang padahal kamu belum sempat memilikinya?
Aku pernah. Pernah bersikeras untuk mencoba melupakan rasa sepihakku terhadapnya namun gagal. Sudah banyak cerita suka duka yang telah kami rangkai bersama. Kesalahanku saat itu, aku merasa bahwa dia merasakan hal yang sama seperti aku terhadapnya. Kesalahanku lagi, aku tidak peka akan segala hal yang sebenarnya sudah ia tunjukkan bahwa dia nggak menaruh rasa apa-apa untukku.
Tapi, yang masih aku membingungkannya mengapa dia begitu menikmati kebersamaan ini dan tidak protes dengan kenyamanan-kenyamanan yang ku berikan?
Mengapa dia membiarkan aku kepedean?
Entahlah.. Dia, yang datang tanpa aba-aba dan pergi tanpa berpesan apa-apa.
Memang terkadang hujan tak mesti didahului mendung. Begitu pula kehilangan, ia mungkin tak menyediakan persiapan.