Selasa, 28 Maret 2017

Terkadang Hujan Tak Mesti di Dahului Mendung

Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu benar-benar mencintai seseorang, tapi dia tidak melakukan hal yang sama terhadapmu?

Pernahkah kamu merasakan bahwa setelah menjalani sekian lama, menghabiskan sekian masa, ternyata baru sadar bahwa yang kamu lakukan itu cinta sepihak?

Pernahkah kamu mengaku tidak apa-apa ketika dia bersama orang yang lebih istimewa darimu menurutnya?

Pernahkah kamu mengaku bahwa kamu baik-baik saja ketika dia mengatakan dia tidak pernah merindumu?

Pernahkah kamu membenci dirimu yang tak terima kalau ternyata perasaannya terhadapmu biasa-biasa saja?

Pernahkah kamu menertawakan dirimu sendiri ketika kamu bersungguh-gungguh merindukannya namun dia tidak?

Pernahkah kamu gagal untuk berpura-pura bahwasanya perasaanmu terhadap dia biasa-biasa saja?

Pernahkah kamu merasakan bahwa kamu kehilangan seseorang padahal kamu belum sempat memilikinya?

Aku pernah. Pernah bersikeras untuk mencoba melupakan rasa sepihakku terhadapnya namun gagal. Sudah banyak cerita suka duka yang telah kami rangkai bersama. Kesalahanku saat itu, aku merasa bahwa dia merasakan hal yang sama seperti aku terhadapnya. Kesalahanku lagi, aku tidak peka akan segala hal yang sebenarnya sudah ia tunjukkan bahwa dia nggak menaruh rasa apa-apa untukku.
Tapi, yang masih aku membingungkannya mengapa dia begitu menikmati kebersamaan ini dan tidak protes dengan kenyamanan-kenyamanan yang ku berikan?
Mengapa dia membiarkan aku kepedean?
Entahlah.. Dia, yang datang tanpa aba-aba dan pergi tanpa berpesan apa-apa.

Memang terkadang hujan tak mesti didahului mendung. Begitu pula kehilangan, ia mungkin tak menyediakan persiapan.

Senin, 17 Oktober 2016

Karena Aku Bukan Tuhan, Bang.

Bagaimana ketika memang keadaan yang tidak jelas bisa di jadikan alasan untuk tidak bertegur sapa, tidak lagi mengungkap kata sayang, tidak lagi ada rindu yang menjadi alasan setiap adanya pertemuan, tidak lagi berjalan bersama beriringan menuju kebahagiaan yang diinginkan?

Ah.. Sudahlah.. Mungkin pemikiran seperti itu yang harus dihilangkan dei hubungan yang teteap bertahandan untuk mengalahnya satu pihak supaya hubungan indah tetap utuh dan bersama secara rapih.

Namun, bisakah ketika hanya satu pihak saja yang bahagia?
bisakah ketika hanya salah satu yang berjuang?

Jawabannya: TIDAK!

Namanya menjalin kebahagiaan bersama, keduanya harus seimbang. Semesta pasti tidak ingin ada yang timpang ketika dua anak manusia berniat berbahagia bersama dan berjuang bersama demi manis pahitnya rasa kehidupan.

Diammu, Bang.
Diammu yang aku tak mengerti apa penyebabnya, berulangkali terjadi. Selalu saja aku yang mengalah demi semua terjalin rapih.
Selalu saja aku yang melupakan apa yang telah menjadi masalah yang membuat hubungan ini berantakan.
Aku berjuang sendirian.
Aku bahagia sendirian.
Tanpa alasan kamu membungkam tuturmu.
Tanpa ada yang tau mengapa dan apa penyebabnya.
Aku bukan Tuhan, Bang.
Yang dengan diam saja aku bisa paham maksud, tujuan, dan inginmu.
Perempuan juga butuh bahagia, Bang.
Bukan untuk berjuang sendirian.
Bukan untuk bahagia sepihak.

Ucapkan inginmu, perempuan akan memahami.
Walau sakit.
Walau harus mengalir air mata tanpa diminta.
Perempuan adalah makhluk istimewa yang memang harus di istimewakan.

Rabu, 28 September 2016

Selayaknya

Bagaimana kalau yang disayang sudah tak lagi bersamamu?

Pernahkah kamu merasakan hal itu?
Pernahkah kamu merasakan rasa yang benar-benar hancur?

Ketika orang yang kamu sayang iu pergi tak tau alasan dan tidak ada kejelasan mengapa dia melenggang. Menyakitkan bukan?

Iya.

Tidak tau kenapa tiba-tiba orang yang disayangi berubah. Tak lagi menemani kita. Tak lagi menjadi nyaman utuk kita. Tak lagi menjadi dianya kita.
Sudahlah. Mungkin dia jenuh.
Mungkin dia sedang menginginkan kesendirian.
Mungkin dia sedang tidak ingin bersama kita.
Tapi yang menjadi masalah saat ini, Bisakah hati ini terus-terusan untuk di diamkan?
Jawabannya TIDAK
Hati ini tidak bisa di diamkan. Rindu selalu gaduh. Rindu selalu rewel. Rindu ini susah untuk di jinakkan.
Setidaknya bisakah sedikit untuk mengerti bagaimana rasanya hati ini.
Tak berharap lebih. Hanya saja diam tidak bisa menyelesaikan hal yang runyam.
Perlakukan siapapun selayaknya seperti apa kita ingin mendapatkan apa yang kita dapatkan.