Selasa, 20 Oktober 2015

Mencintai. Terbuat dari Rasa yang Tidak di Buat-buat.



Ada yang mendoakanmu sambil bersusah payah memantaskan diri supaya tidak seperti yang lain, yang datang untuk kemudian pergi.


Ada yang memperhatikanmu diam-diam tapi terlalu malu untuk menyapa karena merasa belum pantas hingga akhirnya mendoakanmu saja.


Berangkat dari rasa kagum yang tiba-tiba datang, kini engkau telah menjadi sesuatu yang mudah sekali untuk dituliskan.


Menyukai hal-hal baik yang ada di dalam diri seseorang adalah perkara mudah. Karenanya cinta adalah soal keberanian menerima kelemahan diri sendiri, dan juga kesediaan memeluk segala hal buruk yang dimiliki pasanganmu. Segala perasaan akan selesai pada waktunya. Kamu hanya perlu memberikan mereka kesempatan untuk berlalu.

Senin, 19 Oktober 2015

Yang Pernah Datang, Membuat Nyaman, Lalu Melenggang






Ketika sedang patah hati, beberapa keadaan memang terasa kurang adil.

Kau remehkan rinduku yang masih berupa gerimis. Biar kutunggu hujan badai yang membuatku benar-benar menggigil, lalu dipeluk orang lain.

Untungnya aku sudah berbekal tahu diri yang cukup, sebelum kau mengajakku bertemu lagi untuk mendengarkan ceritamu tentang dia.

Semesta tahu.

Semesta selalu tahu.

Bahwa aku mencintaimu.

Pernah mencintaimu.

Terima kasih karena sudah mau datang dan ku doakan semoga kau mengenangku sebaik ku mengenangmu.