Dua September dua ribu dua belas
Setapak langkah menuju perdana syahdu. Seoang mahasiswi berbunga hati dengan rona senyum. Entah apa yang terjadi. Entah apa yang sedang ku lalui. Aku jatuh hati pada seorang putra Jogja. Pawakannya biasa, tapi tertatap istimewa. Bola mata cokelat, dan perkulitan putih yang sedang ku damba.
Tuhan..
Jika memang Engkau mengizinkan,
Tak hanya doa untuknya yang terlantun,
Izinkanlah dia jua yang jadi penuntun,
Yang menyesatkanku dalam kebenaran dan keridhoan-Mu.
Tuhan..
Tak banyak inginku..
Jika memang benar Engkau menempatkan ia dihatiku,
Jangan biarkan dia menimang rasa untuk yang lainnya.
Penjarakan dia untukku..
Tuhan..
Aku menyayanginya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar