Surakarta, 1 September 2016.
Sudah 1 September kita yang ketiga, Mas.
Tiga tahun lalu, aku hanya perempuan patah hati yang sekadar mencari pelarian dan menjaga benteng penantian untuk laki-laki yang memberanikan diri memilih si bawel ini menjadi pujaan hati. Mencari kesibukan untuk melupakan segala kenangan yang ingin dilupakan. Melakukan banyak hal bodoh untuk sekadar mencari tenang dari keriuhan yang begitu ramai di dalam kepalaku sendiri.
Lalu beruntungnya, aku bertemu kamu. Laki-laki yang di dirinya terdapat mantera yang menyihirku dengan segala nyaman yang ada. Pencipta tenang bagi hatiku yang kesepian. Alasan yang dianugerahkan Tuhan agar aku selalu menganakpinakkan semangat dan membesarkan sabar untuk berjuang. Bahkan yang ku kagumi darimu, dalam diam dan riuhmu selalu kamu batinkan doa yang mengangkasa untuk kita dan semesta. Belajar bersyukur dengan kemandirian-kemandirian dan apapun yang kamu punyai.
Terima kasih telah hadir, kau datang tepat saat aku sedang merasa teramat kesepian.
Aku juga menyayangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar