Ketika sedang patah hati, beberapa keadaan memang terasa kurang adil.
Kau remehkan rinduku yang masih berupa gerimis. Biar kutunggu hujan badai yang membuatku benar-benar menggigil, lalu dipeluk orang lain.
Untungnya aku sudah berbekal tahu diri yang cukup, sebelum kau mengajakku bertemu lagi untuk mendengarkan ceritamu tentang dia.
Semesta tahu.
Semesta selalu tahu.
Bahwa aku mencintaimu.
Pernah mencintaimu.
Terima kasih karena sudah mau datang dan ku doakan semoga kau mengenangku sebaik ku mengenangmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar