Rabu, 22 April 2015

Sudah Pagi yang Lain

Detak jam yang bertempo sama, masih menghiasi malam yang telah kita lalui bersama dengan teman-teman yang lainnya. Namun, dalam keramaian pun aku masih saja nyaman berada disisimu. Bersenda gurau, bercengkrama, bercanda tawa, bersama-sama.



Semakin hari semakin saja kau membuka misteri. Dirimu yang cukup misterius, perlahan menunjukkan bahwa semakin pekat rasa sayangmu padaku. Dengan cara yang luar biasa pula, kau menunjukkan hal itu. Diiringi malam yang semakin menua, hingga fajar menginginkan sua atas pagi dengan cerah mentari yang di damba.



Telah terukir lembar baru pada lanjutan kisah yang terangkai seru.
Sudah pagi yang lain, aku tetap menyayangimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar