Selasa, 28 April 2015

Cukup Berada di Sisinya

Aku pernah lupa bagaimana cara membuka hati untuk orang lain sebelum bertemu kamu. Saat itu aku sedang asyik merajut benang-benang kesedihan yang aku jadikan syal untuk membelit leherku sendiri ketika kau memandangiku dari sebuah ruangan yang suasananya tenang.

Aku melirikmu, lalu mengabaikanmu.

Aku pernah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta sebelum memandang senyummu. Saat itu aku sedang membuat secangkir teh tanpa gula yang aromanya menarikan keresahanku ketika kau memperhatikanku dari tempat duduk yang berada di samping tempat aku membuat teh itu.

Aku melirikmu, menghembuskan napas, lalu mengabaikanmu.

Hingga suatu malam, kau terbangkan kunang-kunang ke dekat tempat aku biasa duduk. Aku memeluk tas selempangku dan memandang arah keluar pintu. Kau tersenyum dan menunju ke pintu, lalu berjalan masuk ruangan. Kau duduk di sampingku lalu kita bercerita tentang mengapa kunang-kunang yang kau berikan untukku.

Aku melirikmu, memperhatikan binar dari balik lentik bulu matamu. Kemudian semuanya terasa cukup bagiku. Cukup untuk berada di sampingmu. Cukup untuk mensyukuri kehadiranmu.

Tak peduli apa yang menyakitimu, tenanglah... Sebab ada saatnya bahwa kehadiran dirinya sudah cukup dan kau merasa tak butuh apa-apa selain berada di sisinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar